Sebagai bagian pelayanan pada masyarakat, Ammar peduli terhadap terciptanya keamanan pangan bagi komsumen. Sehingga ketika Kelompok Pemerhati Keamanan Mikrobiologis Produk Pangan UGM mengundang Ammar untuk menjadi pembicara dalam Seminar Keamanan Pangan, Ammar tidak melewatkan begitu saja.
Pada seminar tersebut Ammar berbagi wacana tentang “Penerapan Keamanan Pangan Pada Usaha Jasa Boga”. Dalam makalahnya drh. Moh. Indro Cahyono, owner Ayam Presto Bakar Madu Ammar, menjelaskan tentang HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point atau sering diartikan sebagai Analisis Bahaya dan Pengedalian Titik Kritis) secara sederhana dalam tahap-tahap penanganan produksi Ayam Bakar Presto Madu Ammar.
Tanggapan dari hadirin seminar cukup hangat, terbukti dengan terlontarnya aneka pertanyaan, antara lain :
- Bagaimana cara memilih daging ayam yang baik di pasar ?
- Bagaimana memesan daging ayam dari pemotong langsung agar didapat daging segar ?
- Apakah montoknya pertumbuhan anak jaman sekarang dipengaruhi jumlah konsumsi ayam potong yang telah disuntik hormon ?
- Bagaimana mengelola daging ayam agar awet, segar, tahan lama sehingga mikroorganisme tidak membiak dengan cepat ?
- Dll
Menurut Humas Panitia Ir Siti N Purwadhani MP, seminar ini diselenggarakan berangkat dari kepeduliuan terhadap berbagai kasus keracunan makanan yang banyak terjadi belakangan ini. Seperti kasus yang menimpa puluhan mahasiswa dan panitia Opspek di Institut Hindhu Dharma Bali akhir Agustus 2005. Sehari sebelumnya, ratusan orang teracuni makanan pada saat berlangsungnya launching sebuah produk di Makassar. Termasuk juga beberapa kasus serupa yang terjadi di DIY tahun 2005 serta tujuh kasus lain yang terjadi di berbagai daerah.
Dengan diselenggarakannya seminar ini, menurut Ir Siti, KPK MPP mencoba berbagi tanggung jawab bersama untuk mewujudkan keamanan pangan demi terciptanya perekonomian yang mantap.

